4 Langkah Aman Tanpa Stres Bersosial Media

November 11, 2019 0 By admin

Terhubung sosial media telah jadi satu rutinitas yang tidak dipisahkan dalam kehidupan beberapa orang. Hampir kebanyakan orang sekarang akan automatis buka account sosmed di hp pandai mereka, entahlah itu sebatas untuk bertukar berita dengan rekan atau untuk memperoleh info kondisi terbaru di luar sana.

Tetapi, keringanan bersosialiasi melalui sosmed seringkali tidak diakui bisa berefek negatif pada kesehatan mental Anda. Lebih lumayan banyak juga beberapa konten memiliki nuansa negatif yang sayangnya tidak dapat tetap kita jauhi. Lalu, apa ada panduan aman main sosial media supaya kita dapat bebas depresi?

Beberapa orang tidak sadar jika main sosial media dapat jadi bumerang buat kesehatan mental. Lalu, apa yang dapat kita kerjakan?

1. Pilah-pilih content yang ingin dibaca

Semakin hari semakin banyak saja berita kejahatan atau desas-desus politik yang buat panas.

Diambil dari CNN, Susanne Babbel, satu orang psikoterapis spesial pemulihan trauma, menjelaskan otak manusia yang terus-terusan “dicekoki” beberapa hal jelek serta traumatis tiada henti (dalam soal ini beberapa konten medsos yang negatif) bisa perlambat kerjanya untuk menangani depresi.

Selanjutnya, terhubung beberapa konten negatif sering bisa mengakibatkan Anda terus merasakan depresi hingga tanpa ada sadar menimbulkan tanggapan kekhawatiran serta takut tidak beralasan yang terlalu berlebih (paranoid).

Karena itu, Anda bisa memakai feature mute atau blok yang berada di umumnya situs sosial media untuk menyaring content yang ingin Anda baca.

Supaya lebih terjamin aman serta tenang sepanjang main sosial media, yakinkan cuma mem-follow akun-akun sah yang paling dipercaya, yang sedapat mungkin netral, serta yang tidak menyebar kedengkian atau kejahatan.

2. Follow cuma rekan paling dekat serta paling dipercaya

Tidak hanya lebih arif menyaring content yang ada di linimasa Anda, yakinkan beberapa orang yang Anda turuti (follow) ialah orang yang paling dekat serta paling dipercaya. Tidak apa untuk benar-benar batasi “kuota” following Anda cuma sebagian orang tersendiri saja. Langkah berikut mempunyai tujuan untuk batasi atau menahan penebaran desas-desus hoaks serta beberapa konten penuh kedengkian sampai pada Anda.

Di lain sisi, Anda pun tidak dapat seutuhnya mengerti atau mengubah jalan pemikiran following. Sebagian orang terkadang tidak mengerti dia telah ikut menebarkan ketakutan, rumor, serta kedengkian pada sama-sama di sosial media.

Jika telah ini, Anda masih dapat menyaring apa yang ingin Anda lihat serta temukan. Tetapi ingat: langsung memberinya teguran bukan langkah pas sebab peluang dia akan berkelit jika dia memiliki hak untuk mem-posting apa pun yang dia ingin di sosial media.

Karena itu langkah amannya ialah Anda dapat mute orang itu, bila dia ialah sahabat Anda, atau sekaligus saja unfollow serta blok account itu bila isinya betul-betul menggelisahkan Anda. Langkah berikut bisa menolong membuat perlindungan konsistensi emosional serta psikologis Anda dari rasa kesal lihat posting beberapa orang yang tidak bertanggungjawab.

Tenang, blokir-memblokir di dunia maya tidak lalu tetap sama berarti dengan memutuskan persahabatan di dunia riil. Anda cuma memutuskan apa yang dia sebarkan sebab membuat Anda depresi serta takut. Di dunia riil, Anda pun masih bebas bisa pilih untuk berhubungan ataukah tidak dengan orang itu.

3. Waspada menebarkan berita

Setelah menyaring content serta orang yang ada di linimasa Anda, sekarang waktunya mengatur diri kita. Bila Anda telah menghindarkan beberapa orang serta akun-akun yang menyebar content negatif, Anda pun butuh menghindarkan menebarkan suatu hal yang beresiko jadi satu pembicaraan.

Anda mungkin memandang jika content atau posting-an yang Anda sebarkan itu baik untuk disebarluaskan ke khalayak ramai. Tetapi, tidak kebanyakan orang punyai pendapat serta opini yang sama dengan Anda. Tidak kebanyakan orang juga mempunyai kebutuhan serta ketertarikan yang sama juga dengan Anda pada isi content.

Jadi, Anda sendiri butuh waspada dalam menyebar content supaya masih aman main media sosial. Sebarluaskanlah informasi serta content yang netral serta tentu berguna positif bikin banyak orang.

4. Batasi pemakaian sosial media

Begitu lama scroll posisi waktu Facebook, Twitter, atau Instagram memang asik. Tetapi sayang, hoby ini semakin lama dapat buat ketagihan.

Supaya Anda tidak terus menerus terkena content negatif yang justru membuat depresi, batasilah waktu Anda untuk mengaksesnya.

Sampai sekarang memang belumlah ada riset yang memberi batas waktu akses media sosial yang aman. Tetapi, terapkanlah batas waktu yang Anda pikir lumrah untuk diri kita. Contohnya, Anda dapat membidik main medsos paling lama 1-2 jam dalam satu hari

Selanjutnya, bagi-bagilah waktu itu di waktu tersendiri. Contohnya, 15 menit cek sosmed waktu perjalanan ke arah kantor, 15 menit waktu makan siang, 20 menit sepanjang perjalanan pulang, serta bekasnya mendekati jam tidur Anda.

Sesudah Anda cukup terlatih, awalilah memotong durasinya lebih ketat . Dari cuma 1 jam dalam satu hari sampai kurang lebih cuma main sosial media cuma di waktu luang saja.